Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Jokowi

Translate

Opini Warga Setelah Anies Baswedan Dipanggil Polisi. Juga Reaksi Pada Nikita Mirzani

Suasana Jakarta dan sekitarnya belakangan ini sering terasa hangat meskipun hujan sering turun di Ibukota RI ini. Hangatnya situasi politik dan dunia entertainment di negeri ini juga gempar. Fakta tersebut terjadi setelah terdengar kabar pulangnya Habib Rizieq Shihab (HRS), yang akhirnya menimbulkan kerumunan besar di Soekarno Hatta International Airport dan Jakarta. Nikita Mirzani juga "muncul" dalam kehebohan ini. Apalagi kepulangan HRS juga mendapatkan sorotan dari media Australia.  Kerumunan itu berlanjut ketika HRS menikahkan putrinya yang digabung dengan acara Maulid Nabi. Sebelum acara yang dihadiri ribuan orang itu Nikita Mirzani sempat membuat kehebohan setelah dia menyebut HRS seperti Tukang Obat di media sosial, yang akhirnya viral. Nyai Nikita pun mendapatkan respon serta reaksi positif dan negatif. Ternyata Nikita mendapat dukungan dengan diluncurkannya Laskar Nikita Mirzani di Jakarta.  Anies Baswedan, Nikita Mirzani & HRS masih hangat jadi pembicaraan di

Makna Hari Pahlawan, Ganjar Pranowo & Semangat Merah Putih Pada Jaman Now

Ada peristiwa menarik pada Pilpres 2019 ketika Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menyelenggarakan Apel Kebangsaan bertajuk Kita Merah Putih di Semarang. Acara tersebut dihadiri ribuan orang. Namun acara itu dikritik karena dianggap bagian dari dukungan Mas Ganjar kepada Presiden Jokowi yang tengah mengikuti Pilpres melawan Prabowo Subianto untuk kedua kalinya.  Selain dihadiri oleh warga Jawa Tengah dan sekitarnya, acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh berbagai kalangan seperti komunitas lintas agama, adat dan budaya bahkan anggota DPRD Jawa Tengah yang terdiri dari berbagai partai.  Ganjar Pranowo menggagas acara tersebut karena prihatin dengan terbelahnya hubungan warga gara-gara beda pilihan politik. Ide Ganjar itu masuk akal dilaksanakan karena perbedaan politik yang tajam bukan hanya terjadi di media sosial. Ganjar Pranowo bersama tokoh lintas agama, kalangan partai politik dan berbagai komunitas pada acara Apel Kebangsaan: Kita Merah Putih di Lapangan Pancasila, Simp

Ketika Perantau Asal Madura Blakblakan Kepada Presiden Jokowi

Madura adalah kawasan yang sangat menarik di Jawa Timur. Warga Madura terkenal dengan semangat kerjanya yang tinggi dan memiliki jiwa dagang yang kuat seperti orang Padang dan keturunan Tionghoa di Indonesia.  Bisnis besi tua, juragan sate dan soto Madura yang ada di berbagai wilayah Nusantara adalah cerminan paling nyata dari semangat juang mereka terutama di tanah perantauan. Mereka memiliki watak yang kuat dan keras yang terungkap pula pada nada suara dan logat mereka yang kental seperti halnya warga Batak dari Sumatera Utara. Kadang kala akan mengejutkan warga dari daerah lain, terutama yang baru pertama kali berjumpa. Biasalah terjadi cultural shock.  Indahnya Jembatan Suramadu yang direncanakan Presiden Sukarno pada 1960 dan dibangun oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada 2003 lalu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009 (properti.kompas.com) Seperti halnya Arek Suroboyo dan Arek Malang (Arema), warga Madura memang sangat gamblang dan blakblakan dalam

Begini Sikap Perantau Asal Padang & Pekalongan Terhadap Kinerja Jokowi & UU Cipta Kerja

Periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi bersama Wakil Presien KH. Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2020 sudah berjalan dua tahun. Tentu ada pro kontra, puas dan kurang puas terhadap pencapaian yang diraih Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di main street Abu Dhabi, Uni Arab Emirates (UAE). Meskipun ada demo tolak Omnibus Law yang dilakukan para buruh dan mahasiswa, PM Jepang Yoshihide Suga tidak menunda kunjungannya ke Indonesia. Presiden Jokowi menyambut PM Jepang beserta istrinya di Istana Bogor.  Kunjungan PM Jepang yang baru dilantik pada September 2020 itu merupakan sebuah sinyal positif terhadap keputusan pemerintahan Jokowi untuk mengajukan UU Cipta Kerja ke parlemen dan sudah disahkan oleh DPR.  Presiden Jokowi ketika menjalankan pemerintahan periode pertama bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla pembangunan di Indonesia sangat fokus pada pembangunan infrastruktur. Bukan hanya jalan tol yang dibangun melainka

Terungkap alasan Menteri Era Presiden SBY kok pilih Jokowi di Pilpres 2019?

Ada banyak alasan untuk berpaling ke lain hati, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia bisnis dan politik. Perubahan pilihan adalah hal biasa dan normal-normal saja. Begitu pula ketika Muhammad Lutfi mantan Menteri Perdagangan pada era SBY kenapa lebih memilih patahana Presiden Joko Widodo bukan melabuhkan hatinya pada Prabowo Subianto yang juga didukung oleh Partai Demokrat yang ketika itu masih dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI ke 6.  Yang lumayan menggelitik adalah pendapat yang terucap dan dikutip oleh melekpolitik.com (2/2/2019), Muhammad Lutfi yang berperawakan tinggi ini mengatakan, bahwa Jokowi adalah  pemimpin yang hebat dibandingkan sosok mitologi Bandung Bondowoso dalam membangun infrastruktur.  Muhammad Lutfi bersama Istri (melekpolitik.com) Adalah fakta bahwa pada periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi sangat banyak membangun infrastruktur di berbagai bidang seperti pelabuhan laut, jalan tol, jembatan penghubung di daerah terpencil, bandar

Nama Jokowi Diabadikan di Main Street Abu Dhabi. Kejutan di Tengah Demo Tolak Omnibus Law?

Kehidupan seseorang tidak selalu biasa. Kadang kala terjadi hal luar biasa pada saat yang tidak nyaman. Inilah yang dialami oleh Presiden Jokowi. Gagasan mantan Walikota Solo agar Indonesia memiliki Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang digadang-gadang agar bisa menjadi sapu jagat untuk mempercepat proses perijinan investasi, juga memudahkan para pengusaha kecil, menengah sampai perusahaan besar untuk mengajukan ijin tanpa ada pungutan liar.  Jika proses perijinan bisa lebih cepat tanpa bertele-tele, apalagi tanpa suap, maka investor global dan dalam negeri bisa mengurangi biaya yang sebenarnya tidak perlu keluar. Efesiensi pun bisa dilakukan sejak awal sebuah bisnis baru. Indonesia pun akan semakin kompetitif dibandingkan negara-negara lain seperti Vietnam, Myanmar atau Thailand.  Kemudahan dalam berbisnis dan adanya kepastian hukum merupakan jalan terbaik untuk memudahkan terbukanya lapangan kerja lebih banyak, sehingga jumlah pengangguran bisa berkurang secara signifikan.  Namun, UU

PM Jepang Yoshihide Suga tetap bertemu Presiden Jokowi walau ada demo tolak UU Cipta Kerja

Yoshihide Suga yang belum lama ini menggantikan  Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri Jepang memilih Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi sebagai PM baru. Hari ini PM Suga beserta istri disambut Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Istana Bogor.  Meskipun ada demo mahasiswa dan buruh yang menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, kunjungan kenegaraan ini tidak ditunda. Pada hari ini ada sekelompok pengunjuk rasa yang membakar ban tidak jauh dari komplek Istana Presiden di Bogor. Meskipun ada demo, Jepang menganggap bahwa Indonesia adalah negara demokratis yang aman.  PM Jepang yang baru ini disambut dengan upacara kenegaraan lengkap dengan protokol kesehatan. Setelah penyambutan Presiden Jokowi bersama PM Suga melakukan pembicaraan bilateral.  Presiden Jokowi menyambut PM Yoshihide Suga dengan upacara kenegaraan di Istana Bogor sebelum pertemuan bilateral (cnbcindonesia.com) Kunjungan PM Jepang memiliki makna sangat strategis dan penting karena Jepang merupakan

Warisan Jokowi & Kesaksian Dua Insan

Setiap anak cucu mungkin akan menerima warisan berharga dari orang tua atau kakek nenek mereka, yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Begitu pula sebuah bangsa sangat berharap ada legacy atau warisan berharga dari para pemimpin mereka. Bukan hanya nama besar dan popularitas, melainkan pula warisan dalam bentuk fisik serta non fisik.  Bung Karno dan para perintis Kemerdekaan RI bukan hanya mewariskan monumen dan infrastruktur saja yang bisa dilihat dan dirasakan sampai sekarang. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang tersurat dalam konstitusi UUD '45 adalah warisan dari para pendiri bangsa Indonesia.  Presiden Ir. H. Joko Widodo (merdeka.com) Warisan lainnya mungkin dalam bentuk kewajiban yang akan diteruskan untuk ditebus oleh para pemimpin berikutnya. Kewajiban itu antara lain merawat dan melestarikan warisan tersebut dengan baik serta siap untuk membangun legacy baru untuk next generation .  Warga Solo pasti sudah merasakan warisan dari Joko Widodo ketika Jokowi menjabat seb

Jakarta Berpotensi Hujan Deras. Apa Kata Warga Pada Anies Baswedan?

  Beruntung Indonesia hanya punya dua musim, hujan dan kemarau. Nggak kebayang kalau ada empat musim seperti di Eropa atau Jepang dan Korea. Kalau itu terjadi, warga harus punya pakaian dan perlengkapan untuk empat musim. Dampak positifnya tentu pada dunia mode karena warga +62 bisa lebih fashionable karena akan berbusana sesuai musim seperti warga Amerika Serikat atau Australia.  Dampak buruk dari perubahan cuaca adalah karena bisa terjadi tanah longsor, angin topan dan banjir. Jika ada winter di Indonesia, wah warga akan direpotkan dengan hujan salju yang juga sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir bandang.  Meskipun hanya punya dua musim, warga tetap mengalami berbagai persoalan baik di musim hujan maupun di saat kemarau. Kalau sedang kemarau para petani mengeluh karena tanah kering kekurangan air. Pada musim hujan, warga pun cemas karena ada ancaman tanah longsor dan banjir besar.  Dokumentasi: Ketika Anies Baswedan menemui Ahok di Balaikota menjelang Pilkada DKI Jakarta

Ada apa dengan Ahok?

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kemudian lebih senang dipanggil dengan sebutan BTP memang selalu bikin heboh, meskipun agak jarang dibandingkan ketika masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Ada yang gembira dengan ucapan dan aksi Ahok, ada pula yang geram atau marah dengan sikap BTP pada isu dan urusan tertentu, baik ketika BTP masih jadi orang nomor 2 dan akhirnya menjadi Gubernur Jakarta.  Katanya para mafia migas, calo dan siapa saja yang mendapat keuntungan khusus dari Pertamina dan anak perusahaan Pertamina. Belakangan ini Ahok kembali bikin heboh dengan mengungkap berbagai kejanggalan di BUMN yang dikomandani oleh Mas Menteri Erick Thohir ini.  Kejanggalan ini terkait dengan manajemen dan Pertamina, baik soal ada pejabat di perusahaan minyak itu masih terima gaji tinggi yang sama dengan jabatan sebelumnya, meskipun tidak lagi menjabat sebagai direksi atau pejabat tinggi.  Ada anggota DPR seperti Andre Rosiade yang sewot dengan sikap blakblakan Ahok tentang apa yang selam

Setelah Anies Baswedan Berlakukan PSBB. Apa dampaknya untuk Warga Jakarta?

  Setelah pro dan kontra beberapa hari di televisi nasional, media online, surat khabar dan tentu saja media sosial, akhirya Anies Baswedan mengumumkan PSBB berlaku lagi di Jakarta. Pembatasan Sosial Berskala Besar ini diberlakukan kembali setelah dua kali ada PSBB Transisi belum juga membuat Jakarta aman dari Virus Corona. Tingkat kematian dan warga yang terkena paparan COVID-19 di Jakarta masih terbilang sangat tinggi di Indonesia. Kenapa itu bisa terjadi? PSBB Transisi tidak efektif untuk menekan jumlah warga Jakarta yang tertular Corona Virus, sehingga dengan semangat Anies Baswedan yang mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merupakan pasangan Ahok Djarot pada Pilkada 2017 ini akhirnya menerapkan PSBB lagi yang disebut PSBB Ketat atau Total.  Anies Baswedan tanpa masker didampingi Wakil Gubernur Jakarta saat bertemu para jurnalis di Jakarta ( jurnaltrip.pikiran-rakyat.com) Apakah PSBB yang mulai berlaku pada 14 September 2020 ini akan efektif daripada PSBB per

Teka-teki Proyek Infrastruktur Di Era Pandemi Global Terungkap

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat fokus pada pembangunan infrastruktur. Ketika kampanye Pemilihan Presiden 2019, Presiden Jokowi akan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).  Lalu bagaimana kelanjutan proyek infrastruktur di era pandemi global yang diakibatkan oleh Virus Corona ini dimana Presiden Jokowi pada periode kedua ini didampingi oleh Wakil Presiden Prof. DR. KH. Ma'ruf Amin dan Kabinet Indonesia Maju? Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljo di sebuah proyek Jalan Tol. (news.okezone.com) Apakah Presiden Jokowi masih perlu untuk membangun berbagai infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, pelabuhan, bendungan dan sebagainya?  Mungkin opini warga yang merupakan saksi mata proyek infrastruktur pada tayangan berikut ini perlu disimak supaya lebih faham tentang perlu tidaknya pembangunan dilanjutkan.  Setelah menyaksikan tayangan tersebut, apakah para pembaca yang budiman setuju dengan pendap

Kenapa Jokowi bisa menjadi presiden?

Terpilihnya Ir. H. Joko Widodo atau lebih sering disebut sebagai Jokowi sebagai Presiden RI memang menimbulkan banyak persepsi dan menjadi sebuah simbol baru di Indonesia. Jokowi dikenal sebagai orang yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, menyukai musik rock jenis cadas, pendaki gunung, lalu menjadi pengusaha mebel berkualitas ekspor. Ada juga yang menyebut Jokowi sebagai tukang kayu.  Sebenarnya banyak orang yang menjalani kehidupan seperti Jokowi, namun hanya sedikit orang yang punya pengalaman politik yang nyaris lengkap.  Jokowi memulai karir politik dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah, yaitu di Solo. Kemampuan politik dan bekal sosialnya diragukan untuk menjadi orang nomor 1 di kota itu. Namun Jokowi akhirnya menjadi walikota Solo dua kali berturut-turut, bahkan periode kedua Jokowi yang senang blusukan ini menang 90 persen.  Presiden Joko Widodo sedang memeriksa kesiapan Wisma Atlit di Kemayoran yang diubah fungsinya sebagai RS Darurat penanganan pasien t

Apakah Gibran akan menang pada Pilkada Solo?

Setelah ada pro dan kontra tentang status Gibran Rakabuming Raka putera sulung Presiden Joko Widodo sebagai calon Walikota Solo, akhirnya Gibran pengusaha makanan, khususnya martabak yang pernah ngetop ini akhirnya mendapat dukungan PDI Perjuangan dan beberapa partai lainnya. Tentu saja tanpa dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai Gerindra pun akhrnya mendukung penuh Gibran pada Pilkada Serentak di Solo. Presiden Jokowi sebelum menjadi Gubernur Jakarta dengan wakilnya yang juga terkenal, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagaimana diketahui Jokowi adalah mantan Walikota Solo, bahkan sukses menjalani dua periode. Kesuksesan itu berulang pada Pilpres 2019, sehingga tagar #Jokowi2Periode berhasil terwujud, meskipun sempat heboh karena ada penolakan dari kubu Prabowo Sandi, bahkan keputusan KPU yang memenangkan Jokowi Ma'ruf Amin sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden masa bakti 2019 - 2024. Apakah Gibran Rakabuming Raka akan menang pada Pilkada Solo 2020? (liputan6.c

Jokowi 3 Periode Atau Perpanjang Masa Jabatan Presiden Joko Widodo?

Setelah Presiden Joko Widodo berhasil memenangkan Pemilihan Umum Presiden 2019 menjadi #Jokowi2Periode ternyata ada komentar dan opini dari warga bahwa Jokowi bukan 2 Periode melainkan Jokowi 3 Periode atau diperpanjang masa jabatannya. Opini ini bukan hanya ada di kalangan warga awam atau kalangan pendukung sejati Presiden Jokowi. Ternyata usulan ini juga ada di antara para elite politik.  Presiden Ir. H. Joko Widodo (newsdetik.com) Lalu, apa alasan mereka untuk Jokowi 3 Periode atau masa jabatan dari 5 tahun menjadi 5 tahun misalnya?  Barangkali tayangan ini menarik untuk disimak untuk mengetahui alasan serta komentar dari warga.  Setelah anda menyaksikan tayangan tersebut, apakah anda jika Jokowi 3 periode atau cukup diperpanjang masa jabatannya saja? 

Presiden Jokowi di antara fakta & hoax. Begini kata warga lho

Menjadi seorang tokoh terkenal seperti artis, tokoh politik, gubernur, bahkan orang biasa pada jaman now memang tidak mudah. Hal ini semakin tidak menyenangkan jika ada berita bohong yang direkayasa lalu disebarkan berulang-ulang ke berbagai media sosial. Berita bohong atau hoax dibuat dalam berbagai format seperti meme, foto yang diedit, video, berita online dan cara-cara canggih lainnya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.  Lalu bagaimana tanggapan warga tentang hoax yang berkaitan dengan Presiden Joko Widodo yang akrab dengan sebutan Presiden Jokowi ini?  Kita bisa saksikan pada tayangan ini. 

Professional Photographer ungkap fakta tentang Presiden Jokowi

Peristiwa ini terjadi pada Pilpres 2019 ketika ada komunitas fotografer terkenal yang terdiri dari para photographer professional berkumpul untuk menentukan apakah mendukung calon patahana Presiden Joko Widodo atau memilih Prabowo Subianto? Pada tayangan ini akan terungkap apa yang kira-kira membuat mereka untuk memilih Presiden Jokowi atau Jendral Prabowo sebagai Presiden atau RI 1 pada Pemilu 2019 yang lalu?

Presiden Jokowi Marah: Begini Respon Rudi S. Kamri & Warga

Apa Salahnya Presiden Marah ? Oleh: *Rudi S Kamri* Kemarahan itu sifat manusiawi. Kalau seseorang tidak punya jiwa amarah dalam dirinya, mungkin malah perlu dipertanyakan roh kemanusiaannya.  Apalagi seseorang pemimpin negara. Melihat silang sengkarut komunikasi publik anak buahnya dan kacaunya performa kerja para menterinya yang terlihat tidak punya 'sense of crisis', wajar sekali seorang Presiden marah. Dan menurut catatan saya tidak ada seorang Presiden Indonesia yang tidak marah dalam masa kepemimpinannya. Mulai Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Pada saat melihat tayangan Presiden Joko Widodo marah di rapat terbatas kabinet pada 18 Juni 2020 lalu, menurut saya biasa-biasa dan wajar saja. Bahkan sangat tidak wajar kalau seorang Presiden tidak marah melihat cara kerja beberapa menterinya seperti saat ini. Hanya saja saya menyesalkan mengapa video kemarahan Presiden Jokowi baru diunggah ke ranah publik 10 hari kemudian. Ini terkesan settingan atau mung

Baim Wong Kena Rundung Gara-gara Ucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Presiden Jokowi

Aktor sinetron sekaligus YouTuber top Indonesia yang juga model terkenal untuk berbagai produk ini memang lagi banyak dibicarakan orang. Ini terjadi setelah Baim Wong kena bully gara-gara mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi. Presiden Jokowi kelahiran 1961 ini pada 21 Juni memasuki usia 59 tahun. Tentu banyak orang yang telah mengucapkan selamat kepada Presiden asal Solo ini. Namun, sepertinya Baim Wong saja yang kena bully.  Baim Wong bersama istrinya, Paula Verhoeven ketika berjumpa Presiden Jokowi & Ibu Iriana Joko Widodo di Istana Bogor (keepo.me) Baim memang memuji Presiden Jokowi pada acount media sosialnya. Hal itu wajar saja, baik pada era sebelum ada COVID-19 maupun setelah ada persiapan ke jaman New Normal setelah begitu lama ada PSBB.  Presiden Jokowi sendiri menyatakan bahwa mantan gubernur Jakarta ini tidak biasa merayakan hari ulang tahun. Jika ada yang mengucapkan selamat kepada mantan Wali Kota Solo ini tentu juga n

King Salman, Ahok and a historic handshake, which has become a trending topic

King Salman, Ahok, and a historic handshake, which has become a trending topic. The king also enjoys a holiday in Bali for more than a week.      Salman, a king who had a great influence in the Arabian Peninsula and around the Middle East has been to Indonesia to reciprocate the visit Jokowi, the President of Indonesia. The state visit is not only a state visit and business affairs, but the extraordinary event occurs because the king bring a group of more than 1500 people, consisting of the Arab princes, ministers, and Arab businessmen.                                                 From left to right: Jokowi, Raja Salman & Ahok. Image: megapolitan.kompas.com The visit is very historic because it is the first visit since 47 years ago, when King Faisal visited Jakarta, Indonesia. When arriving at Halim Perdanakusuma International Airport on March 1, 2017, Raja Salman greeted by Jokowi and the ministers, and Jakarta Governor Basuki Purnama Tjahaja which is known as

Discover New Digital Moment

Real Information