Posts

Showing posts with the label kritik

Followers

"Kritik Bukan Memusuhi". Kenapa Begitu?

Image
 * Kritik Bukan Memusuhi* @pmsusbandono 7 Agustus 2026 “Mengingatkan Bukan Perlawanan” (Prof. Mahfud MD, di “Konggres Umat Islam Indonesia, KUII VIII, 2026.- Kompas, 27 Juli 2026) Prof.  Mahfud menggunakan kata “mengingatkan”, sementara, agar lebih gamblang, saya memakai “kritik”.  Maknanya sama, meski “mengingatkan” terasa lebih adem. Saya mengandaikan mendengar dan menerima “kritik” bak minum vitamin atau suplemen.  Ada yang pahit, ada pula yang asam atau bahkan pahit.  Apa pun rasanya, atau terdengarnya, “kritik” itu menyehatkan.  Membuat tubuh lebih fit, dan tahan terhadap serangan penyakit.  _“I like criticism.  It makes you strong”_ (LeBron James -  pemain bola basket profesional asal Amerika yang bermain untuk Los Angeles Lakers) Secara naluriah, manusia memang menolak dan defensif terhadap kritik.  Perasaan tak nyaman tiba-tiba menyeruak ke kepala dan hati, saat dikritik.  Oleh siapa pun, tentang apa pun.   Namun, ...

Sikap Pemimpin Sejati Pada Kritik Mahasiswa dan Masyarakat Seperti Apa?

Image
  Seorang presiden atau pejabat publik sejatinya tidak hanya diuji saat keadaan tenang, melainkan justru ketika suara-suara sumbang mulai meninggi. Kritik—baik yang datang dari mahasiswa di jalanan maupun dari masyarakat di media sosial—adalah cermin. Kadang cermin itu retak, kadang buram, kadang memantulkan wajah yang tidak ingin kita lihat. Tapi tetap saja, ia adalah cermin.   Ilustrasi demonstrasi mahasiswa Mahasiswa yang turun ke jalan bukan sekadar kerumunan dengan spanduk dan pengeras suara. Di sana ada kegelisahan, ada idealisme, ada keberanian untuk bertanya:  Apakah arah bangsa ini sudah benar?” Seorang pemimpin yang matang tidak melihat itu sebagai ancaman, melainkan sebagai denyut nadi demokrasi. Ia tidak buru-buru defensif, apalagi represif. Ia mendengar. Ia merespon dengan kepala dingin dan hati yang lapang.   Begitu pula kritik di media sosial. Di era digital, setiap orang punya mikrofon. Kadang suaranya jernih dan argumentatif, kadang emosional...

Mengulik Syarat Utama Indonesia Menjadi Negara Demokratis dan Pelindung HAM

Image
  Syarat Utama Indonesia Menjadi Negara Demokratis dan Pelindung HAM.  Indonesia telah lama mendambakan menjadi negara yang demokratis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). Namun, perjalanan menuju cita-cita ini masih panjang dan membutuhkan komitmen kuat dari seluruh elemen bangsa. Berikut beberapa syarat utama yang harus dipenuhi Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut: 1. Penegakan Hukum yang Adil dan Transparan:  * Hukum harus ditegakkan secara adil dan transparan tanpa pandang bulu.  * Aparat penegak hukum harus profesional, independen, dan bebas dari intervensi politik.  * Hak-hak tersangka dan terdakwa harus dihormati dan dilindungi. 2. Pemisahan Kekuasaan yang Efektif:  * Ketiga cabang kekuasaan, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif, harus terpisah dan independen satu sama lain.  * Setiap cabang kekuasaan memiliki peran dan fungsinya masing-masing yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.  * Tidak boleh ada satu ca...

Total Pageviews

Real Information