Posts

Followers

Topik Hangat

Adakah Yang Lebih Penting Dari Pendidikan?

Image
  *Adakah yang Lebih Penting Dari “Pendidikan”?* @pmsusbandono 16 Oktober 2026 "Kami tetap memilih pendidikan" (K.H. Hasan Abdullah Sahal)   Itu penggalan sambutan yang diucapkan oleh Pemimpin Pondok Modern Gontor, kala “mengingatkan” Presiden Prabowo Subianto dan Bangsa Indonesia, tentang betapa pentingnya pendidikan.  Pernyataan yang pas, lugas, tegas dan “to the point”. Keberpihakan Kyai Sahal, kepada “pendidikan”, sangat kuat.  Ia disepakati juga oleh banyak pihak di seluruh dunia.  Komitmen seperti itu sangat dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia.  Diakui atau tidak, aspek pendidikan di negara kita masih (jauh) dari memadai.  Lihat saja pencapaian kita terutama dari sisi aspek kultural. Coba simak informasi berikut : Programme for International Assessment/PISA 2025 menilai skor Indonesia meningkat pada sains dan membaca, tetapi sedikit menurun pada matematika.  Sayang, sebagian besar siswa Indonesia masih belum mencapai nilai minimum, sekali ...

Dampak Mengerikan Karhutla Terhadap Manusia, Hewan, Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat

Image
 Di balik rimbunnya hutan Kalimantan dan Sumatera, ancaman laten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung terlalu lama telah menjelma menjadi sebuah tragedi ekologis dan kemanusiaan yang mendalam. Ketika api tak kunjung padam, ia bukan sekadar melahap batang pohon, melainkan membakar fondasi kehidupan itu sendiri. Dampak karhutla ini mengerikan baik terhadap kesehatan manusia, hewan, lingkungan hidup maupun pilar ekonomi masyarakat. Sektor pendidikan pun terganggu karena para pelajar dan mahasiswa tidak bisa belajar dengan normal.  Langit yang Terenggut dan Napas yang Sesak Bagi manusia, dampak yang paling nyata adalah terenggutnya hak atas udara bersih. Asap tebal hasil pembakaran membungkus kota-kota dan desa, menciptakan "penjara udara" yang menyesakkan. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak tajam, mengancam kesehatan anak-anak dan lansia, serta membatasi ruang gerak masyarakat dalam beraktivitas. Pendidikan terhenti karena sekolah harus dilibu...

Ciptakan Pembeda. Sentilan Khas Pak Sus

Image
 *Ciptakan Pembeda*  @pmsusbandono          30 September 2019 Kamis, minggu lalu, kembali saya menerima tawaran makan siang.   Sang pengajak baru saya  kenal 2 minggu lalu, di sebuah seminar berjudul “Managemen Talenta".  Kebetulan saya menjadi salah satu narasumbernya.   Masih  belia,  baru lulus S1 Akuntansi, 2 tahun lalu.   “Pingin ngobrol-ngobrol pak.  Minta pendapat”. Baru 1 tahun Sum bergabung dengan  sebuah perusahaan _“start up”_ sebagai “Program Development”.    “Tim kecil, pak.  Hanya 6 orang".   Lantas apa  pasalnya, hingga Sum merasa perlu minta pendapat saya?. “Saya perlu kira-kira satu setengah kali dari jumlah penghasilan yang saya terima sekarang. Bagaimana pendapat bapak kalau saya mencari tempat kerja lain?”. Pertanyaan yang cukup sulit. Saya berusaha mencuri waktu.  Sejenak saya alihkan diskusi ke soal makanan yang sedang kami santap, sampa...

Dasa Guna Diri. Cermin Sebelum Memimpin Orang Lain

Image
 Di era demokrasi langsung setiap orang bisa mencalonkan diri jadi pemimpin publik seperti jabatan presiden, kepala desa, gubernur, bupati atau bahkan ketua Ormas, komunitas dan sebagainya, adalah sangat penting untuk melihat refleksi diri seutuhnya di cermin. Nilai diri dengan tulus sambil memutuskan untuk membenahi diri sendiri.  Sebelum berani memimpin, ingat filosofi Dasa Guna Diri sebagai cermin sebelum memimpin orang lain. Ini adalah filosofi Bali yang relevan hingga kini dan nanti.  DASA GUNA DIRI - Cermin Pemimpin Sebelum Memimpin Orang Lain.  Di Bali, ada pepatah lama sebelum seseorang diangkat jadi pemimpin. Orang tua-tua akan berbisik, " Cek malu Dasa Guna Dirine ..." Cek dulu sepuluh kekuatan yang ada di dalam dirinya. Karena di Bali, pemimpin itu bukan soal siapa paling keras suaranya, tapi siapa paling jernih hatinya. Dasa artinya sepuluh. Guna artinya kekuatan. Diri artinya diri sendiri. Jadi 10 kekuatan itu tidak dicari di luar, tapi digali di dalam. ...

Krisis Minyak Arab Saudi. Kartu As Yang Kini Terbakar

Image
Arab Saudi sebagai raja minyak kini sedang krisis dan sangat mengkhawatirkan.  SAUDI DIHAJAR DARI DUA SISI: KETIKA JALUR NAFAS 1.200 KM ITU PADAM Selama puluhan tahun, Arab Saudi punya kartu As. Jika Selat Hormuz memanas, mereka masih punya Jalan Tol Minyak — Pipa Timur-Barat sepanjang 1.200 kilometer yang membawa minyak dari ladang di timur langsung ke Laut Merah, tanpa perlu lewat Hormuz. Kamis pagi, 10 September 2026, kartu As itu terbakar. Beberapa drone kamikaze yang diduga diluncurkan dari Irak menghantam jalur vital itu di dua titik paling tidak terduga: wilayah Riyadh dan Madinah. Kementerian Energi Saudi sendiri yang mengkonfirmasi — serangan itu melukai sejumlah orang dan memaksa tim darurat turun mengamankan jalur pipa. Jumatnya, keputusan pahit diambil: Pipa Timur-Barat ditutup total sebagai langkah pencegahan. Ini bukan sekadar pipa bocor. Ini adalah pukulan telak di tengah perang AS-Iran yang masih membara. Bayangkan angkanya: dalam beberapa bulan terakhir pipa ini m...

Anak Gunung Krakatau Batuk. Apa Perlu Khawatir?

Image
  Minggu, 9 September, lensa kamera ANTARA menangkap lagi Anak Krakatau batuk — mengeluarkan asap tebal terlihat dari perairan Lampung Selatan. Sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, dia memang lagi erupsi terus-menerus. Statusnya masih Level III Siaga, masyarakat dilarang mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Tapi di tengah isu yang bilang "akan meletus dahsyat seperti 1883", peneliti BRIN justru bawa kabar yang bikin kita bisa tarik napas lega. "Anak Krakatau masih dalam fase inkubasi. Masih cukup jauh untuk menuju ke fase fermentasi sebelum terjadinya caldera forming eruption." Kata Aditya Pratama, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, dalam diskusi di Jakarta, 14 September kemarin. Bayangkan Krakatau itu seperti anak manusia Para ahli membaginya dalam 3 generasi: Krakatau Tua, Krakatau Muda, dan Anak Krakatau yang lahir pelan-pelan setelah letusan legendaris 1883. Dan setiap generasi punya siklus hidup letusan: Inkubasi - masih bay...

Pasar Menghela Napas Lega - Dari Purbaya hingga Suahasil

The Market Heaves a Sigh of Relief - From Purbaya to Suahasil Monday, September 14, 2026, was a nervous day at the Indonesia Stock Exchange. As soon as news of the Finance Minister's reshuffle emerged—Purbaya Yudhi Sadewa was removed—the Jakarta Composite Index (JCI) immediately plummeted. It even plunged as low as minus 2.5%, falling into the red zone. Panic? Absolutely. Markets hate uncertainty. But just a few hours later, a plot twist. President Prabowo inaugurated Deputy Finance Minister Suahasil Nazara as the new Minister of Finance for the remainder of the 2024-2029 term. A familiar name. Insider. He has been assisting Sri Mulyani since 2019. He is a professor at the Faculty of Economics and Business, University of Indonesia (UI), and understands the ins and outs of the state budget system. As soon as this confirmation emerged, the JCI suddenly reversed sharply. From a deep minus, it immediately rose slightly by 5.3 points (0.08%) to 6,546. Analysts say this is not euphoria, ...

Total Pageviews

Real Information