Posts

Followers

Topik Hangat

Sehat itu bukan hadiah tapi hasil persiapan

Image
  Sisihkan Gaji Selagi Muda: Kenapa Kamu Butuh Asuransi Kesehatan Pribadi Meski Sudah Punya BPJS Punya BPJS Kesehatan itu wajib dan sangat membantu. Tapi kalau kamu di usia produktif, lagi kerja dan punya penghasilan, mengandalkan BPJS saja itu berisiko. Bukan karena BPJS jelek, tapi karena kebutuhan kesehatan kita di usia produktif itu jauh lebih kompleks dari yang ditanggung BPJS. Ini bukan soal gaya-gayaan punya polis swasta. Ini soal strategi jaga dompet dan masa depan. 1. BPJS itu hebat untuk dasar, tapi bukan untuk segalanya Faktanya, sistem BPJS bekerja dengan sistem rujukan berjenjang. Kamu tidak bisa langsung ke dokter spesialis di rumah sakit terbaik. Harus mulai dari faskes tingkat 1, antri, dirujuk, antri lagi. Selain itu: Pilihan rumah sakit dan dokter terbatas. Kamu tidak bisa bebas pilih dokter spesialis favorit atau rumah sakit private dengan layanan lebih nyaman. Obat dan tindakan ada batasannya. Tidak semua obat paten terbaru, terapi modern, atau tindakan tertentu...

Indonesia Milik Kita?

Image
 * Indonesia Milik Kita(2)* @pmsusbandono 18 Agustus 2026 “ Lebih baik di sini Rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah Yang huu Kuasa Semuanya ada di sini Rumah kita Rumah kita” (Lagu : “Rumah Kita” – God Bless) Kemarin, saya ikut hadir dalam upacara bendera memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.  Lokasinya di dekat rumah kami.  Tak semegah, semeriah dan semewah di Istana Merdeka.   Tidak ada Drum Band, tak ada pasukan kuda, tak juga ada orkes tiup yang mengagumkan.  Namun, penghayatan dan semangat merdeka dari para peserta upacara, tak kalah dari yang digelar di sana. Rumah Kita. Indonesia Kita?  Seusai upacara, ada acara pesta rakyat.  Makanan tradisional disediakan, tarian digelar, pelbagai permainan dilombakan, tak lupa alunan musik dari pagelaran band lokal dimainkan.  Dari situlah saya mendengar kembali lagu “Rumah Kita” yang membuat _“nggregel”_ (merinding) dada saya.  “Rumah Kita” ngetop sekira 30 tahun lampau.  ...

Meriah Peringatan HUT Kemerdekaan di Bona Indah Lebak Bulus

Image
 Pagi itu, sinar matahari hangat menyapu kawasan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, membingkai suasana penuh khidmat sekaligus semarak dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Emil Akbar, Ketua RW06 Bona Indah, Inspektur Upacara sedang membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 81  Lapangan hijau yang biasa menjadi pusat aktivitas warga kini dipenuhi ratusan peserta yang berbaris rapi. Guyubnya kebersamaan begitu terasa karena momen ini menyatukan warga dari tiga lingkungan sekaligus: Taman Bona Indah, Bona Vista Residence, dan Bona Vista Apartment. Upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung penuh kedisiplinan dan kehangatan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua RW 06 Bona Indah, Emil Akbar, menyampaikan amanat yang membakar semangat persatuan dan kepedulian antartetangga.  Ketua RW berfoto dengan penerima baksos. Giat sosial ini merupakan kolaborasi Komunitas Sunday Market Bona Indah dengan Tim ...

"Kritik Bukan Memusuhi". Kenapa Begitu?

Image
 * Kritik Bukan Memusuhi* @pmsusbandono 7 Agustus 2026 “Mengingatkan Bukan Perlawanan” (Prof. Mahfud MD, di “Konggres Umat Islam Indonesia, KUII VIII, 2026.- Kompas, 27 Juli 2026) Prof.  Mahfud menggunakan kata “mengingatkan”, sementara, agar lebih gamblang, saya memakai “kritik”.  Maknanya sama, meski “mengingatkan” terasa lebih adem. Saya mengandaikan mendengar dan menerima “kritik” bak minum vitamin atau suplemen.  Ada yang pahit, ada pula yang asam atau bahkan pahit.  Apa pun rasanya, atau terdengarnya, “kritik” itu menyehatkan.  Membuat tubuh lebih fit, dan tahan terhadap serangan penyakit.  _“I like criticism.  It makes you strong”_ (LeBron James -  pemain bola basket profesional asal Amerika yang bermain untuk Los Angeles Lakers) Secara naluriah, manusia memang menolak dan defensif terhadap kritik.  Perasaan tak nyaman tiba-tiba menyeruak ke kepala dan hati, saat dikritik.  Oleh siapa pun, tentang apa pun.   Namun, ...

Spanyol Juara World Cup. Kembalinya Takhta La Furia Roja Hari yang penuh Bersejarah

Image
Hari Bersejarah di New Jersey: Kembalinya Takhta La Furia Roja. Goal tunggal Spanyol dicetak Ferran Torres.  Hari yang penuh ketegangan di New York New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026, menjadi saksi bisu kejayaan Timnas Spanyol di panggung dunia. Lewat pertarungan yang sangat dramatis, *La Furia Roja* berhasil merengkuh gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah menaklukkan sang juara bertahan, Argentina, dengan skor tipis 1-0. Piala untuk sang juara di serahkan Donald Trump Presiden USA, salah satu tuan rumah World Cup 2026. Saat menerima medali, Lionel Messi tampak emosional, mungkin karena gagal membawa Argentina sebagai juara berturut-turut.  Selama 90 menit waktu normal bergulir, laga berlangsung sengit namun tanpa ada satu pun gol yang tercipta. Spanyol tampil mendominasi jalannya pertandingan, terus-menerus menekan pertahanan lawan dan merangkai berbagai peluang emas.  Di sisi lain, *La Albiceleste* tampak kesulitan mengembangkan permainan dan jara...

Pendidikan itu Esensial? Renungan Pak Sus

Image
 *Pendidikan itu Esensial* @ pmsusbandono 17 Juli 2026 _“ Intelligence plus character – that is the goal of true education”_ (Martin Luther King Jr ) Sedang terjadi fenomena yang absurd.  Meski selalu diteriakkan dan disepakati sebagai hal yang sangat-sangat penting, pendidikan sedang mengisahkan fakta yang centang-perentang.  Ini ada beberapa contoh kasus. Sebuah SDN di Jember hanya mempunyai 1 murid baru di kelas 1, di tahun ajaran baru ini.  Pihak sekolah “kebingungan” bagaimana mendidik 1 murid dalam suatu kelas yang _“oblong-oblong”._   Di sekolah itu ada 30-an murid.  Artinya,  satu kelas rata-rata hanya dihuni 6 murid.  Tambah ironis, karena jumlah guru hanya 3 orang. Kasus serupa terjadi di Blitar.  Sistem Penerimaan Murid Baru  (SPMB) di 3 SD  tak menjaring satu pun murid.  Pihak sekolah kebingungan, bagaimana sekolah tetap bergulir meski semakin  tipis siswanya. Fenomena “kekurangan” murid terjadi di banyak ...

Awan Hitam di Bisnis Kaesang: PMMP Terlilit Kredit Macet Rp2,8 T dan Pangkas Ratusan Karyawan

Image
 Di tengah gegap gempita Piala Dunia dan berita safari politik Presiden ke 7 Joko Widodo di Lampung tersiar kabar buruk terkait Kaesang Pangarep, anak bungsu Jokowi, yang juga Ketua umum PSI atau Partai Solidaritas Indonesia. Sebagaimana diketahui Kaesang punya ambisi besar untuk membawa PSI masuk parlemen di Senayan.  Namun, awan hitam sedang sedang menggelayuti bisnis Kaesang, terkait Kredit macet sekitar Rp 2,8T. Bahkan akan terjadi PHK ratusan di perusahaan Kaesang.  Jokowi dan Kaesang Pangarep (Image: olenka.id)  Berikut adalah ulasan lengkap mengenai permasalahan keuangan yang dihadapi oleh perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, berdasarkan laporan dari CNN Indonesia (7 Juli 2026):  1. Profil Perusahaan dan Keterlibatan Kaesang Pangarep Kaesang Pangarep terlibat dalam kasus ini melalui perusahaannya, PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat). Perusahaan milik Kaesang tersebut tercatat memegang k...

Total Pageviews

Real Information