Ijazah Jokowi
*"Ijazah Jokowi"*
@pmsusbandono
6 November 2026
Masalah asli atau palsu ijazah Jokowi memang kontroversial.
Saya tak mempunyai data apa pun ttg keaslian atau kepalsuan ijazah Jokowi. Oleh sebab itu saya milih abstein. Mungkin kalo hrs milih ya 50-50. Untuk itu saya diam, tak pernah kasih komentar krn ketiadaan data.
Yg bisa saya sampaikan hanyalah fakta bahwa _*trust*_ di kalangan masyarakat kita sdh sangat rendah. Kita berada di lingkungan *_"distrust society"_* yg begitu dalam.
Jadi kalau ada informasi yang baru datang dengan nada minor orang cenderung percaya.
Contoh : kalau ada berita bahwa pak A slingkuh dengan tante B, maka "masyarakat" cenderung percaya. Kalau di survei, >50% percaya, padahal mereka tak pernah melihat sendiri kejadiannya. Bahkan si pembawa berita juga hanya mendengar dari orang lain belaka.
Semakin ke atas levelnya, ketidakpercayaan itu cenderung mengental. Ucapan atau pidato pemimpin apalagi Presiden cenderung dicemooh, apalagi kalau nadanya "memuji" dirinya.
Ekonomi tumbuh 5.47% ditangkap dengan sinisme, saat menyaksikan tetangga dan teman banyak yg hidup semakin susah. Pinjol menjamur, Judol merebak di mana2, pengangguran di depan mata, itu contoh tanda-tanda orang yg kepepet.
Mana mungkin ekonomi tumbuh >5%, kalau pinjol sudah merebak sampai ke mahasiswa? Begitu pertanyaan skeptis yg muncul gara2 terbentuknya masyarakat yang penuh kecurigaan.
Kembali ke masalah ijazah Jokowi. Karena saya bagian dari masyarakat yg penuh *_"distrust "_* maka kalau saya dipaksa utk bersikap tidak 50-50, maka saya akan pilih 51-50. 51 utk pendapat yg mengatakan ijazah Jokowi "ngga bener". Subyektivitas alam pikiran saya menyita porsi rasio saya, meski hanya 1%.
Tiba-tiba saya ingat pepatah yg berbunyi : *_"Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya"._*
Mungkin itu alasan mengapa saya menentukan proporsi 1% lebih tidak percaya.
Selamat menikmati suasana akhir pekan 🎉🎊

Comments
Post a Comment