Posts

Showing posts with the label Gunung Krakatau

Followers

Anak Gunung Krakatau Batuk. Apa Perlu Khawatir?

Image
  Minggu, 9 September, lensa kamera ANTARA menangkap lagi Anak Krakatau batuk — mengeluarkan asap tebal terlihat dari perairan Lampung Selatan. Sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, dia memang lagi erupsi terus-menerus. Statusnya masih Level III Siaga, masyarakat dilarang mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Tapi di tengah isu yang bilang "akan meletus dahsyat seperti 1883", peneliti BRIN justru bawa kabar yang bikin kita bisa tarik napas lega. "Anak Krakatau masih dalam fase inkubasi. Masih cukup jauh untuk menuju ke fase fermentasi sebelum terjadinya caldera forming eruption." Kata Aditya Pratama, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, dalam diskusi di Jakarta, 14 September kemarin. Bayangkan Krakatau itu seperti anak manusia Para ahli membaginya dalam 3 generasi: Krakatau Tua, Krakatau Muda, dan Anak Krakatau yang lahir pelan-pelan setelah letusan legendaris 1883. Dan setiap generasi punya siklus hidup letusan: Inkubasi - masih bay...

4 Gunung Erupsi Hampir Bersamaan. Waspada Bahaya Debu Vulkanik

Image
 Pagi ini Indonesia kembali mengingatkan posisinya di Cincin Api Pasifik. Fenomena erupsi bersamaan bukan hal baru. Berdasarkan laporan terbaru PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM per 31 Agustus 2026, tercatat enam gunung api erupsi bersamaan, sempat dilaporkan sebagai empat gunung pada pagi hari: Gunung Ibu di Maluku Utara Gunung Semeru di Jawa Timur Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT Gunung Ili Lewotolok di NTT Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Gunung Sinabung di Sumatra Utara juga erupsi sebelumnya.  Gunung erupsi di Indonesia. Ring of Fire in action. (okezone.com)  Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan, ini adalah dinamika vulkanik independen. Kalau bahasa sederhananya, dapurnya itu masing-masing dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung lainnya juga berbeda-beda.  Tidak ada bukti satu proses geologi memicu semua erupsi sekaligus, dan gempa tektonik tidak otomatis menyebabkan erupsi tanpa ada lonjakan data pemantauan internal gunung.  Unt...

Anak Krakatau Erupsi. Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Image
 Pagi ini, Minggu 6 September 2026, langit Jakarta tidak seperti biasanya. Bandara tersibuk di Indonesia — Soekarno-Hatta — sunyi total. Tidak ada raungan take-off. Tidak ada lampu landing yang mengantre di atas Teluk Jakarta. Penyebabnya bukan mogok, bukan cuaca buruk. Tapi abu dari anak gunung di tengah Selat Sunda. Semua berawal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) langsung mengambil langkah antisipatif menyusul aktivitas erupsi tersebut.  Tim di lapangan melakukan hal yang paling sederhana tapi paling menentukan di dunia penerbangan: paper test. Kertas putih dihamparkan di landasan. Erupsi Anak Krakatau (sundalanews.com Dan hasilnya positif. Berdasarkan hasil paper test yang menunjukkan indikasi positif sebaran abu vulkanik, operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) diputuskan untuk ditutup sementara pada hari ini, Minggu 6 September 2026.  NOTAM Nomor A3341/26 diterbitkan. Bandara ditutup total mulai...

Total Pageviews

Real Information