Sejarah Korupsi di Pertamina: Dari Jaman ke Jaman
Sejarah Korupsi di Pertamina: Dari Jaman ke Jaman
Kerugian yang harus ditanggung negara dan masyarakat Indonesia akibat korupsi dan pengalaman wewenang di Pertamina bukan hanya terjadi pada jaman digital ini, melainkan di era teknologi masih analog korupsi terus menggerogoti Pertamina.
Pertamina, perusahaan minyak dan gas negara Indonesia, telah menjadi salah satu perusahaan terbesar dan terpenting di Indonesia. Namun, di balik kesuksesan tersebut, Pertamina juga telah mengalami berbagai kasus korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.
Pada artikel ini, kita akan membahas tentang sejarah korupsi di Pertamina dari jaman ke jaman.
Jaman Orde Baru (1966-1998)
Pada jaman Orde Baru, Pertamina dipimpin oleh Ibnu Sutowo, yang kemudian menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia. Namun, pada tahun 1970-an, Pertamina mengalami krisis keuangan yang parah, yang kemudian terungkap bahwa salah satu penyebabnya adalah korupsi.
Pada tahun 1976, Ibnu Sutowo digantikan oleh Piet Haryanto, yang kemudian juga terlibat dalam kasus korupsi. Pada tahun 1980-an, Pertamina mengalami krisis keuangan yang lebih parah lagi, yang kemudian terungkap bahwa salah satu penyebabnya adalah korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi di Pertamina.
Jaman Reformasi (1998-2004)
Pada jaman Reformasi, Pertamina dipimpin oleh Baihaki Hakim, yang kemudian menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia. Namun, pada tahun 2000-an, Pertamina mengalami krisis keuangan yang parah, yang kemudian terungkap bahwa salah satu penyebabnya adalah korupsi.
Pada tahun 2002, Baihaki Hakim digantikan oleh Ariffi Nawawi, yang kemudian juga terlibat dalam kasus korupsi. Pada tahun 2004, Ariffi Nawawi digantikan oleh Widya Purnama, yang kemudian menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia.
Jaman Demokrasi (2004-sekarang)
Pada jaman Demokrasi, Pertamina dipimpin oleh beberapa direktur utama, termasuk Ari Soemarno, Karen Agustiawan, dan Dwi Soetjipto. Namun, pada tahun 2010-an, Pertamina mengalami krisis keuangan yang parah, yang kemudian terungkap bahwa salah satu penyebabnya adalah korupsi.
Pada tahun 2015, direktur utama Pertamina, Dwi Soetjipto, digantikan oleh Elia Massa Manik, yang kemudian menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia. Namun, pada tahun 2019, Elia Massa Manik digantikan oleh Nicke Widyawati, yang kemudian menjadi direktur utama Pertamina pertama yang perempuan.
Kesimpulan
Sejarah korupsi di Pertamina telah menjadi salah satu contoh yang paling jelas tentang bagaimana korupsi dapat merugikan negara dan masyarakat. Dari jaman ke jaman, Pertamina telah mengalami berbagai kasus korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi di perusahaan tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus memantau dan mengawasi Pertamina, serta untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut dijalankan dengan transparan dan akuntabel.
Comments
Post a Comment