Presiden Jokowi VS Pemburu Rente | Analisis Di Tahun Politik Sebelum Pilpres 2024
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Pemerintah Indonesia kalah di WTO terkait hilirisasi nikel yang terjadi di era Jokowi pada saat Presiden Joko Widodo menuntaskan program hilirisasi hasil tambang
seperti emas dan sebagainya, misalnya di Freeport Indonesia maupun dalam
rangka pengambilalihan kilang minyak yang selama ini dikuasai berbagai
perusahaan minyak asing.
Program hilirisasi yang dicanangkan Presiden Jokowi sebenarnya melaksanakan sebuah aturan perundang-undangan yang terbit pada tahun
2009 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, yang
memerintah dua periode, namun peraturan yang melarang ekspor bahan mentah itu
tidak terlaksana dengan baik.
Tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan ekonomi berdikari maupun dan mandiri secara politik adalah godaan dari para pemburu rente dan petualang politik lainnya adalah sangat besar, yang dikendalikan
dari negara-negara asing, bahkan ada kaki tangannya di Indonesia dengan
berbagai cara dan bentuk.
Terjadi kehebohan, baik yang pro dan kontra ketika
Presiden Joko Widodo mengambil alih 51 persen saham #freeport yang puluhan
tahun sejak jaman Presiden Suharto mengeksploitasi dan mengeksport bahan mentah
seperi emas, dan hasil tambang lainnya.
Presiden pertama Indonesia Sukarno sudah pernah
mengingatkan tentang bahaya neo colonialism dan imperialisme baru dimana
negara-negara asing tidak perlu melakukan penjajahan secara fisik seperti di
jaman dahulu, melainkan dengan pengusaaan sumber daya alam melalui korporasi
besar yang berasal dari negara-negara bekas penjajah seperti penjajahan Belanda yang juga terjadi di negara-negara lain, baik di Asia
maupun Afrika.
Ketika ada seorang wanita keturunan Afrika berbicara di
sebuah forum, yang bisa disaksikan di youtube dengan judul Africa and the world
pada video ini:
https://www.youtube.com/watch?v=AfnruW7yERA
Akhirnya kita baru menyadari bahwa penjajahan asing
terhadap Afrika ternyata belum berhenti. Meskipun berbagai negara di benua
Afrika sangat kaya dengan sumberdaya alam seperti diamond emas dan hasil
tambang lainnya, ternyata masih banyak negara di benua tua itu yang sering
kelaparan, terserang wabah virus berbahaya seperti ebolavirus dan sebagainya.
Ironis sekali, bahwa Afrika tidak bisa menolong dirinya
dengan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Di tengah ironi tersebut
berbagai lembaga bantuan asing dengan gagah memberikan bantuan atau donasi
terhadap Afrika, namun hal mendasar tentang apa yang terjadi di negara-negara
Afrika tersebut tidak pernah tersentuh dan diselesaikan.
Karena itulah Presiden Jokowi, yang sedang menjalankan
pemerintahan #jokowi2periode ini melakukan banyak terobosan seperti hilirisasi,
dan mengambil alih saham mayoritas seperti di Freeport, dan sebagainya.
Apakah Presiden Jokowi melakukan itu karena terinspirasi
atau teringat dengan pesan dan peringatan Bung Karno tentang bahaya yang tidak
kasat mata, yaitu neo kolonialisme yang dikemas dalam bentuk baru.
Adalah menarik untuk menyimak ulasan menjelang akhir
tahun 2022, menjelang ramainya tahun politik 2023, yaitu oleh seorang pemerhati
sosial budaya dan politik, Yulianus Sunarto.
Karena Jokowi pemain lapangan yg bersih dan berahlak baik dan punya visi memajukan bangsa.
ReplyDelete