Skip to main content

Translate

Topeng Monyet a real street monkey dance in Jakarta

Tari Topeng Monyet, Topeng Monyet, Monkey dance, Jakarta, animal video, funny video, animal planet, animal kingdom, monkey, street dance
Topeng Monyet in Jakarta. Image: lisasaan.wordpress.com
Tari Topeng Monyet or Monkey Masked Dance is a very popular street dance in Jakarta, Indonesia, although it's very rare these days to be able to be found. This happens because there is a ban on the Jakarta Government to exploit the monkeys to be "singers". The aim is to protect monkeys from commercial action detrimental to the welfare and happiness of monkeys. Let's watch this documentary video. 





This ban occurred since Jokowi become governor of Jakarta, Jokowi and now is president of Indonesia. Ahok has replaced Jokowi as governor, but the monkey mask dance was forbidden to be shown in the streets of Jakarta. Perhaps you can still see this dance in other areas such as Bekasi or Tangerang, which is not far from Jakarta. 

Comments

Discover New Digital Moment

Popular posts from this blog

Kenapa Jokowi bisa menjadi presiden?

Terpilihnya Ir. H. Joko Widodo atau lebih sering disebut sebagai Jokowi sebagai Presiden RI memang menimbulkan banyak persepsi dan menjadi sebuah simbol baru di Indonesia. Jokowi dikenal sebagai orang yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, menyukai musik rock jenis cadas, pendaki gunung, lalu menjadi pengusaha mebel berkualitas ekspor. Ada juga yang menyebut Jokowi sebagai tukang kayu.  Sebenarnya banyak orang yang menjalani kehidupan seperti Jokowi, namun hanya sedikit orang yang punya pengalaman politik yang nyaris lengkap.  Jokowi memulai karir politik dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah, yaitu di Solo. Kemampuan politik dan bekal sosialnya diragukan untuk menjadi orang nomor 1 di kota itu. Namun Jokowi akhirnya menjadi walikota Solo dua kali berturut-turut, bahkan periode kedua Jokowi yang senang blusukan ini menang 90 persen.  Presiden Joko Widodo sedang memeriksa kesiapan Wisma Atlit di Kemayoran yang diubah fungsinya sebagai RS Darurat penanganan pasien t

Terungkap Jejak Digital Penggemar Kopi Nusantara

  Apakah anda penggemar kopi sejati? Apa jenis kopi yang menjadi kesukaan para penggila kopi di dunia dan Indonesia? Yang jelas, para coffee lovers semakin muda, begitu pula para pebisnis kopi - khususnya yang membuka bisnis kopi seperti cafe, Kedai Kopi, dan berbagai variasinya adalah anak-anak muda. Mereka adalah para pemberani yang punya kreativitas tinggi yang bergerak dengan cara berbada daripada genarasi paman, ayah atau tante mereka.      Penggemar kopi sejati menantikan hidangan kopi Nusantara di  Kopi Naya, Jakarta Generasi milenial atau generasi Z, dan apapun julukan yang diberikan kepada para anak muda yang tidak terlena dengan ijazah mereka atau menantikan informasi lowongan kerja sebagai ASN alias PNS. Mereka berani terjun ke dunia bisnis sebagai Entrepreneur.  Ada risiko? Tentu saja. Mereka juga berani mengambil risiko itu. Anak muda jaman now tidak takut gagal.  Bersyukurlah Indonesia memiliki aneka aroma kopi dan beragam jenis coffee di wilayah Nusantara. Kopi Nusantara

Terungkap Jejak Digital Penolakan Terhadap Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan terhadap FPI yang dinyatakan tidak lagi diakui oleh Kementerian Dalam Negeri karena SKT Ormas yang dipimpin Habib Rizieq ini sudah expired pada Juni 2019. Apakah penolakan ini terkait dengan masalah pelanggaran protokol kesehatan setelah beberapa acara yang dihadiri Rizieq Shihab mengundang kerumunan seperti di Megamendung, Jawa Barat dan Petamburan, Jakarta Pusat, yang terjadi pada November 2020 ini?  Berbagai penolakan terhadap FPI belakangan ini bukanlah hal aneh - gelombang penolakan terhadap Ormas yang sempat ditinggal lebih dari tiga tahun oleh Habib Rizieq ke Arab Saudi dengan alasan ibadah umroh ini - sudah ada rekam jejak digital yang mencatat penolakan tersebut dengan berbagai alasan.  Penolakan terhadap FPI sebenarnya sudah sering terjadi seperti dilaporkan situs berita internasional, BBC.com misalnya pada 11 Januari 2017 sejumlah ormas kepemudaan dan mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pembela

Real Information