Posts

Followers

Cara Memilih Durian Gaya Bung Karno. Kisah Durian Sukarno

Image
 Bung Karno itu kalau soal durian bukan sekadar suka — dia penggila. Kalau artikel Okezone yang kamu sebut itu lebih membahas daftar kesukaan umumnya, ada 3 kisah durian yang lebih liar, lebih personal, dan tidak ada di artikel itu. 1. Durian Hepe - Durian Berasa Pahit Kesukaan Istana Batu Tulis Semua orang mengira Soekarno suka durian yang manis legit. Justru tidak. Jenis yang paling dia cari adalah durian hepe. Dr. Reza Tirtawinata, pemilik Kebun Wa'Reza di Bogor, menyebut buah yang dikenal sebagai raja buah itu memang jadi salah satu buah yang paling disukai Soekarno, dan jenis yang paling disukai adalah durian hepe.  Karena itu orang kerap menyebutnya durian Bung Karno.  Hepe artinya biji kempis. Cita rasanya bukan manis, tapi dominan pahit. Warna daging buah putih dan tebal. Bung Karno kerap menikmatinya saat istirahat di Istana Batutulis, Bogor. Konon setelah beberapa menit, tenggorokan hangat dan perut panas — sensasi yang hanya dipahami penikmat durian tulen....

Korban Sunyi Karhutla. Sampurna Mati Karena Asap Bukan Api

Image
 Dia tidak punya luka bakar. Tidak ada darah. Tubuhnya utuh. Tapi napasnya sudah habis. Namanya Sampurna. Orang utan jantan dewasa. Bukan dari kandang, bukan sirkus — dia raja hutan di Ketapang, Kalimantan Barat. Pagi yang sesak.  Minggu, 30 Agustus 2026, jam 6 pagi. Warga Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, melapor: ada orang utan tergeletak di parit kering, di tengah kebun sawit milik warga.  Orang Utan bisa terancam punah? (ugm.ac.id)  Tim BKSDA Kalbar dan YIARI datang. Asap masih tebal. Sehari sebelumnya, karhutla membakar habitatnya cukup parah.  Yang mereka temukan bukan amukan, bukan jeritan. Sampurna dalam kondisi lemas, tidak sadarkan diri, tidak mampu berdiri, hanya bisa bergerak terbatas dan kesulitan bernapas.  Warga mengira dia pingsan. Dokter hewan mengerti yang lain. Luka yang tidak terlihat Pemeriksaan awal membingungkan: tidak ada luka terbuka, tidak ada luka bakar.  Tapi itulah kejamnya karhutla. Dokter hewan YIARI, Komara...

Monkey: Economy, Political and Story

Image
 Of course. Here is your monkey story: The Monkey Mirror There once was a monkey named Mr. Momo who lived in the jungle behind the parliament building — very strategic location. Culturally, Momo is an artist. He will spend 3 hours staring at his own reflection in a puddle, then get offended by it. Just like humans who spend 3 hours taking selfies and then use a filter because they don't like their face. He steals tourists' sunglasses, not because he needs them, but because he wants to look cool in front of other monkeys. He has zero idea how to use them, so he wears them upside down. Very cultural. Very human. Politically, Momo is a natural leader. Every morning he climbs to the highest branch, screams the loudest, beats his chest, and makes big promises about more bananas for everyone. All the other monkeys clap. Then he goes down and eats most of the bananas himself. When the other monkeys complain, he points at a different tree and screams, "LOOK, A SQUIRREL!" and ...

Sehat itu bukan hadiah tapi hasil persiapan

Image
  Sisihkan Gaji Selagi Muda: Kenapa Kamu Butuh Asuransi Kesehatan Pribadi Meski Sudah Punya BPJS Punya BPJS Kesehatan itu wajib dan sangat membantu. Tapi kalau kamu di usia produktif, lagi kerja dan punya penghasilan, mengandalkan BPJS saja itu berisiko. Bukan karena BPJS jelek, tapi karena kebutuhan kesehatan kita di usia produktif itu jauh lebih kompleks dari yang ditanggung BPJS. Ini bukan soal gaya-gayaan punya polis swasta. Ini soal strategi jaga dompet dan masa depan. 1. BPJS itu hebat untuk dasar, tapi bukan untuk segalanya Faktanya, sistem BPJS bekerja dengan sistem rujukan berjenjang. Kamu tidak bisa langsung ke dokter spesialis di rumah sakit terbaik. Harus mulai dari faskes tingkat 1, antri, dirujuk, antri lagi. Selain itu: Pilihan rumah sakit dan dokter terbatas. Kamu tidak bisa bebas pilih dokter spesialis favorit atau rumah sakit private dengan layanan lebih nyaman. Obat dan tindakan ada batasannya. Tidak semua obat paten terbaru, terapi modern, atau tindakan tertentu...

Indonesia Milik Kita?

Image
 * Indonesia Milik Kita(2)* @pmsusbandono 18 Agustus 2026 “ Lebih baik di sini Rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah Yang huu Kuasa Semuanya ada di sini Rumah kita Rumah kita” (Lagu : “Rumah Kita” – God Bless) Kemarin, saya ikut hadir dalam upacara bendera memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.  Lokasinya di dekat rumah kami.  Tak semegah, semeriah dan semewah di Istana Merdeka.   Tidak ada Drum Band, tak ada pasukan kuda, tak juga ada orkes tiup yang mengagumkan.  Namun, penghayatan dan semangat merdeka dari para peserta upacara, tak kalah dari yang digelar di sana. Rumah Kita. Indonesia Kita?  Seusai upacara, ada acara pesta rakyat.  Makanan tradisional disediakan, tarian digelar, pelbagai permainan dilombakan, tak lupa alunan musik dari pagelaran band lokal dimainkan.  Dari situlah saya mendengar kembali lagu “Rumah Kita” yang membuat _“nggregel”_ (merinding) dada saya.  “Rumah Kita” ngetop sekira 30 tahun lampau.  ...

Meriah Peringatan HUT Kemerdekaan di Bona Indah Lebak Bulus

Image
 Pagi itu, sinar matahari hangat menyapu kawasan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, membingkai suasana penuh khidmat sekaligus semarak dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Emil Akbar, Ketua RW06 Bona Indah, Inspektur Upacara sedang membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 81  Lapangan hijau yang biasa menjadi pusat aktivitas warga kini dipenuhi ratusan peserta yang berbaris rapi. Guyubnya kebersamaan begitu terasa karena momen ini menyatukan warga dari tiga lingkungan sekaligus: Taman Bona Indah, Bona Vista Residence, dan Bona Vista Apartment. Upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung penuh kedisiplinan dan kehangatan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua RW 06 Bona Indah, Emil Akbar, menyampaikan amanat yang membakar semangat persatuan dan kepedulian antartetangga.  Ketua RW berfoto dengan penerima baksos. Giat sosial ini merupakan kolaborasi Komunitas Sunday Market Bona Indah dengan Tim ...

"Kritik Bukan Memusuhi". Kenapa Begitu?

Image
 * Kritik Bukan Memusuhi* @pmsusbandono 7 Agustus 2026 “Mengingatkan Bukan Perlawanan” (Prof. Mahfud MD, di “Konggres Umat Islam Indonesia, KUII VIII, 2026.- Kompas, 27 Juli 2026) Prof.  Mahfud menggunakan kata “mengingatkan”, sementara, agar lebih gamblang, saya memakai “kritik”.  Maknanya sama, meski “mengingatkan” terasa lebih adem. Saya mengandaikan mendengar dan menerima “kritik” bak minum vitamin atau suplemen.  Ada yang pahit, ada pula yang asam atau bahkan pahit.  Apa pun rasanya, atau terdengarnya, “kritik” itu menyehatkan.  Membuat tubuh lebih fit, dan tahan terhadap serangan penyakit.  _“I like criticism.  It makes you strong”_ (LeBron James -  pemain bola basket profesional asal Amerika yang bermain untuk Los Angeles Lakers) Secara naluriah, manusia memang menolak dan defensif terhadap kritik.  Perasaan tak nyaman tiba-tiba menyeruak ke kepala dan hati, saat dikritik.  Oleh siapa pun, tentang apa pun.   Namun, ...

Total Pageviews

Real Information